You are currently browsing the monthly archive for April 2009.

1. Buka image yang mau di ubah chanelnya
2. Ubah modenya ke CMYK, Edit -> Mode -> CYMK
3. Pada Palet Layer, Klik tab Channel
4. klik matikan semua tanda mata
5. Pilih warna yang mau di edit, misalnya kuning.
6. Aktifkan mata di layer K dan layer Y.
7. Untuk menyeleksinya, Klik layer Y trus Shift+klik Layer K
8. Klik Kanvas, trus tekan Ctrl+A untuk menyeleksi semua area
9. Copy, trus paste ke Kanvas baru
10.Lakukan langkah 6 – 9 untuk layer warna yang lain

Translate dari :
Perfect World – Dinyanyikan oleh Henley
Ost. MMORPG Perfect World

Setiap kegelapan mempunyai cahayanya sendiri
Untuk membawamu melalui malam
Dan setiap saat cahaya itu mengisi langit dengan terangnya
Kau tahu dimana untuk menemukanku…

Kau akan berada disana untuk menemuiku
Menemukan sebuah tampat, dan memelukku
Kau tahu ku akan berada disana untukmu…..

Hapus semua air matamu
Buang semua rasa takutmu
Tahu kau akan menemukan jalan keluarnya…

Memasuki Dunia yang Sempurna
Sebuah tempat dimana kau akan merasa bebas
Memasuki Dunia yang Sempurna
Dunia itu tidak jauh, kau bisa melihatnya….

Memasuki Dunia yang Sempurna
Dekat denganmu yang seperti ini, yang aku inginkan
Memasuki Dunia yang Sempurna
Jauh disana, tak bisa kau lihat…..

Dan ketika hati dan jiwamu lemah
Sinar cahaya yang seharusnya kamu cari
Dan cobalah tutup matamu untuk menyentuh dan merasakan ku
Kau ada di pelukan ku, tidakkah kau lihat ?

Jika pernah mengalami file sistem windows (seperti *.dll dan *.sys) yang rusak (corrupt) atau hilang, sehingga windows tidak bisa booting ( hanya menampilkan pesan bahwa file xx.dll was mising or corrupt ), maka coba ikuti langkah berikut :

  1. Restart komputer dari Windows Setup Floppy disk atau dengan Windows Installation CD-nya
  2. Ketika tampil “Welcome to Setup” Screen tekan F10 atau tekan R ( Pengguna Windows 2000 harus menekan F10 atau R kemudian C).
  3. Ketika ditampilkan daftar installasi dan text “Which Windows Installation would you like to log on to?”, pilih nomor yang cocok sesuai dengan Instalasi Windows yang ingin di repair
  4. Tulis Password Administrator dan tekan Enter. Jika tidak ada passwordnya, langsung tekan enter
  5. Dari tampilan yang muncul, ketik perintah seperti berikut :
    expand D:\i386\xx.dll C:\dir_target
    Dimana xx.dll merupakan nama file yang rusak/hilang yang ingin di recovery, D: merupakan Drive letter untuk CD-ROM dan dir_target merupakan direktory target, kemudian tekan enter.
  6. Sesudah itu ketik exit, untuk keluar kemudian keluarkan CD-nya dan Restart komputer

 

Referensi :
http://antivirus.about.com/od/windowsbasics/ht/windowsrecovery.htm

dari : www.ebsoft.web.id

 

Mungkin sebagian besar kita tahunya kalau virus itu hanya dari tipe file exe (application) saja, karena memang sebagian besar virus berupa file exe. Padahal banyak tipe file yang berpotensi terinfeksi virus dan bisa menyebarkannya ketika dijalankan. Sehingga sering kita tidak sadar bahwa file yang dijalankan ternyata bisa mengandung virus / bibit-bibit virus.

Dengan mengatahui beberapa tipe tersebut, semoga bisa lebih berhati-hati. Berikut beberapa tipe file yang sering/bisa terinfeksi virus dan sebagian bisa menyebarkannya kembali ketika file tersebut dijalankan :

Binary Executable Files
Binary Executable Files (Portable Executable / PE) merupakan file yang isinya diterjemahkan sebagai program oleh komputer. File ini terdiri dari beberapa tipe di windows :

  • EXE (Executable / Application)Tipe file ini merupakan file yang sering terinfeksi virus dan sebagian besar virus juga berupa exe. Banyak virus yang bisa menempel di file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya menyebar dan menginfeksi komputer. Oleh karena itu, sebaiknya ketika kita memiliki master program, maka di zip saja atau di rename untuk mengurangi resiko terinfeksi virus. Beberapa virus yang menginfeksi EXE misalnya w32/Virut, Troxa, Sality dan lainnya (baca juga ini).
  • DLL (Dynamic Link Library) dan OCX yang formatnya sebenarnya sama dengan tipe EXE, hanya saja tidak langsung dijalankan, melainkan digunakan oleh file lain seperti EXE. Sehingga virus juga bisa menginfeksi tipe file ini.
  • SCR (Screensaver) File ini juga seperti format exe, hanya saja ber ekstensi scr, yang maksudnya adalah file screensaver. Sehingga ketika dijalankan, screensaver akan tampil. Oleh karena itu, virus sering menduplikasi dirinya dengan tipe ini dan menempatkan dirinya sebagai screensaver, sehingga ketika screensaver aktif, sebenarnya virus itu yang aktif.
  • COM file (Command File), bisa berupa Text atau Binary File yang dijalankan under DOS / MS-DOS. Generasi awal virus sepertinya berupa file COM ini.
  • SYS (Device Driver), merupakan file Binary yang digunakan untuk Driver

Document Files

File Dokumen yang sering terinfeksi virus adalah file Microsoft Office terutana DOC ( Word), XLS (Excel) dan MDB ( Access Database). Virus biasanya berupa virus Macro, yang aktif jika dokumen tersebut dijalankan dan bisa menginfeksi template file ( file DOT) sehingga semua file yang dibuka selanjutnya akan terkena virus.

Sekitar bulan september 2007, file PDF mulai dimanfaatkan oleh pembuat virus untuk menyertakan kode-kode tertentu dalam dokumen tersebut. Biasanya berupa trojan. Seperti juga diberitakan Avira tanggal 6 Mei 2008, kelemahan PDF dimanfaatkan untuk menyisipkan kode virus, sehingga ketika PDF dijalankan virus yang berupa trojan tersebut bisa menginstall dirinya ke komputer.

File-File Script

File script merupakan file yang berisi script / kode-kode program dan bisa diterjemahkan oleh komputer secara langsung untuk mengontrol software/aplikasi lainnya. Beberapa file ini antara lain :

  • BAT (Batch File), merupakan file script di MS-DOS dan Windows
  • VBS (VBScript), script windows dengan bahasa VISUAL BASIC yang terbatas
  • JS (Javascript), file ini tidak bisa langsung aktif, tetapi dijalankan oleh web browser, melalui file HTML

Tipe File-file Lainnya

Beberapa tipe atau file lainnya yang juga bisa terinfeksi, menyebarkan, menjalankan atau disusupi kode virus antara lain :

  • HTM, HTML, CHM (HTML Help) file-file ini bisa menyertakan kode program Javascript, sehingga tidak jarang file ini terinfeksi Virus (trojan)
  • INF Merupakan text file (jenis lain file INI) untuk menginstall Device Driver. Virus sering mengubah/memodifikasi file tipe ini (file Autorun.inf) untuk mengaktifkan virus dan menyebarkan lewat media seperti Flash Disk.
  • Folder.htt File ini merupakan file konfigurasi Folder yang bisa berisi script kode. Terkadang virus memodifikasi isinya untuk menjalankan kode tertentu. Hal ini bisa juga terjadi pada file Desktop.ini ( Konfigurasi dekstop)

Referensi
http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_virus
http://en.wikipedia.org/wiki/Executable_file
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_file_formats
http://en.wikipedia.org/wiki/Cross-site_scripting
http://www.bindshell.net/papers/xssv/
http://en.wikipedia.org/wiki/COM_file
http://en.wikipedia.org/wiki/Dynamic-link_library
http://www.virusbtn.com/news/2007/10_24.xml
http://www.avira.com/en/security_news/protection_from_pdf_exploits.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Script_%28computer_programming%29

dari www.ebsoft.web.id

 

Jika kita menggunakan Windows XP Home maupun Professional, dan setting untuk folder-folder yang tersembunyi (Hidden system) ditampilkan, maka akan terlihat folder yang namanya “System Volume Information” di drive C: D: dan lainnya. Kadang kita tidak bisa membuka folder ini, atau jika bisa, maka untuk mengakses filenya tidak bisa. Sebenarnya apa fungsi atau kegunaan folder ini ?

Folder “System Volume Information” merupakan Hidden System folder (folder yang tersembunyi/sengaja disembunyikan oleh system windows) yang digunakan oleh System Restore untuk menyimpan informasi dan Restore points. Tetapi saat ini sering menjadi sarang virus

 

Seperti diketahui, bahwa Windows XP Home/Professional menyertakan fungsi Restore Point, yaitu fasilitas untuk mengatasi ketika ada program baru yang di install dan menyebabkan komputer bermasalah, dengan mengembalikan kondisi windows sesaat/waktu sebelum program baru tersebut di install (disebut Restore Point). Ketika melakukan restore komputer, data atau dokumen tidak akan hilang. Nah, data-data restore point ini disimpan di folder yang namanya “System Volume Information” ini.

Folder ini akan ada di setiap Drive/ Partisi windows, misalnya C:, D: dan lainnya. Memang melihat fungsinya folder ini cukup penting, tetapi kadang bisa berbahaya. Karena aksesnya yang terbatas, maka folder ini sering digunakan oleh virus untuk menyimpan duplikasi dirinya dan virus bisa menyerang lagi (kembali aktif) jika dilakukan restore. Selain itu kita biasanya tidak bisa mengakses folder ini. Bahkan antivirus yang mendeteksi ada virus di folder ini kadang juga tidak bisa menghapusnya.

Sebenarnya jika tidak begitu penting fasilitas ini bisa dimatikan, karena selain sering menjadi sarang virus, juga sering memakan space hardisk yang cukup banyak. Untuk mengaturnya bisa dibuka Start Menu > All Programs > Accessories > System Tools > System Restore. Untuk mematikan fasilitas ini cek menu “Turn off system restore for all drives”.

Jika yakin komputer kita bebas virus, maka fasilitas ini bisa juga diaktifkan, yang perlu diatur mungkin hanya penggunaan space hardisknya. Masing-masing drive C:, D: dan lainnya bisa dibatasi maksimal penggunaan space-nya dengan klik tombol Setting di masing-masing drive tersebut.

Apakah ada cara untuk mengakses folder ini ?

Ya, ada beberapa cara yang berbeda tentang bagaimana cara mengakses folder ini. Yang perlu diketahui hanya windows yang digunakan (Home atau Professional) dan tipe File System ( FAT32 atau NTFS) yang bisa diketahui dengan klik kanan Drive C:, D: atau lainnya di windows explorer dan pilih Properties. Untuk cara-cara mengakses folder ini bisa dibaca selengkapnya disini (http://ebsoft.web.id).

Referensi

dari www.ebsoft.web.id

Mungkin sebagian sudah pernah mengalami ketika antivirus mendeteksi sebuah virus atau file yang terinfeksi virus, maka biasanya akan langsung dihapus. Tidak pandang bulu apakah sebelumnya file tersebut penting atau tidak, formatnya apa dan betapa berharga dokumen tersebut bagi kita. Ini juga sering muncul di komentar atau pertanyaan di ebsoft.web.id

Berikut sedikit penjelasan mengenai beberapa hal tersebut seperti mengapa kok antivirus langsung menghapus file, yang satu mendeteksi tetapi yang satu tidak, adakah antivirus yang tidak langsung menghapus file yang terinfeksi virus dan sebagainya

 

Pada umumnya tujuan utama antivirus adalah mencegah virus menginfeksi sistem komputer kita, ini adalah prinsip utama. Meskipun kedepannya banyak antivirus yang sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk memperbaiki sistem yang rusak. Tetapi tetap saja fungsi utama antivirus adalah untuk mencegah, dan mengobati adalah prioritas yang kesekian.

Oleh karena itu jika sistem komputer sudah terinfeksi virus, maka sebagian antivirus tidak berdaya, dan kita harus mencari alternatif lain untuk membasmi virus tersebut. Hal ini wajar, karena virus akan berusaha mematikan kinerja antivirus dan segala upaya dilakukan untuk mempertahankan dirinya. Sementara antivirus sudah tidak bisa berfungsi penuh. Maka update virus atau antivirus secara rutin akan berperan penting dalam usaha menjaga sistem dari serangan virus.

Mengapa Virus yang terdeteksi langsung dihapus ?

Hal ini sebenarnya bagi sebagian antivirus bisa diatur. Hampir semua antivirus menyediakan pengaturan akan diapakan ketika mendeteksi sebuah virus atau file yang terinfeksi virus. Dan memang biasanya pengaturan default (bawaan) akan langsung menghapus file tersebut. Maka ketika menggunakan antivirus, sebaiknya juga dilihat pengaturan tersebut. Jika tidak ingin file yang terdeteksi virus langsung dihapus, maka harus mengubah setting yang ada. Atau minimal kita mengawasi ketika proses scan berlangsung.

Hal tersebut juga merupakan pilihan sebagian besar antivirus, karena sebagian besar pengguna biasanya kurang tahu seberapa besar dampak virus tersebut, sehingga antivirus akan langsung menghapus untuk keamanan data dan sistem komputer.

Antivirus mendeteksi virus tetapi tidak bisa dihapus

Hal ini biasanya terjadi ketika komputer sudah terinfefksi virus, dan beberapa virus sudah berjalan di komputer, sehingga ketika satu virus akan dihapus, virus yang lain melindunginya atau mencegahnya sehingga gagal dihapus. Selain itu perlu juga dicermati dimana lokasi virus tersebut, jika berada di folder yang di proteksi windows (misalnya seperti di folder System Volume Information) maka biasanya tidak bisa dihapus, karena aksesnya dibatasi oleh windows. Bisa dibaca selengkapnya tentang System Volume Information

Adakah antivirus yang selalu memperbaiki, tidak menghapus ?

Jika sepenuhnya memperbaiki, sepertinya tidak ada dan mungkin tidak akan pernah ada, mengingat jumlah virus yang mencapai ribuan, bahkan ratusan ribu dan teknik infeksi file yang bermacam-macam. Memang sebagian file yang terinfeksi virus masih bisa diperbaiki, tetapi sebagian lainnya tidak. Bahkan otomatis file yang terinfeksi akan rusak dan hampir mustahil di kembalikan lagi. Hal ini sangat tergantung teknik virus yang digunakan menginfeksi file.

Maka untuk kemanan data, ketika antivirus mendeteksi virus, perlu diperiksa apakah benar 100% virus atau hanya file yang terinfeksi virus ( dokumen penting yang terinfeksi virus). Jika yakin virus dan bukan data penting langsung dihapus tidak ada masalah, tetapi jika merupakan data, sebaiknya di simpan di karantina. Selanjutnya dicatat nama virus yang menginfeksi, karena informasi ini sangat penting digunakan untuk mencari informasi bagaimana menyelamatkan datanya.

Banyak antivirus yang membuat tools khusus atau program terpisah untuk memperbaiki file yang terinfeksi virus. Sebaiknya hal ini juga diperiksa. Selain itu, jika yang menyerang virus lokal, biasanya antivirus lokal juga akan lebih akurat dalam waktu yang dekat, sedangkan antivirus luar responnya mungkin lebih lama. Tetapi tidak menutup kemungkinan antivirus luar yang berhasil mendeteksi terlebih dulu.

Dari www.ebsoft.web.id

Mungkin sebagian besar kita sudah mengetahui apa itu Autorun.inf, tetapi saya yakin masih banyak juga yang belum tahu atau masih kurang tepat memahami tentang file autorun.inf ini. Hal ini terbukti masih sering kita dengan orang bertanya tentang virus Autorun.Inf, bagaimana cara menghapusnya dan lain-lainnya.

Kali ini akan dibahas sedikit lebih dalam mengenai Autorun.inf, semoga yang sudah tahu semakin tahu dan yang belum tahu mulai sedikit paham tentang autorun.inf, baik struktur yang ada didalamnya, manfaat, bahaya dan cara mematikan autorun.inf.

 

Autorun atau autoplay merupakan fasilitas di sistem operasi yang berfungsi menjalankan file secara otomatis ketika media seperti CD-ROM, DVD-ROM, Flash disk dan lainnya di masukkan/pasang di komputer. Sehingga ketika berbagai media tersebut dimasukkan, tanpa kita menjalankan apapun, ada program yang akan otomatis berjalan sendiri. Fitur ini biasa dimanfaatkan dalam CD Driver yang disertakan ketika membeli motherboard / VGA. Tetapi saat ini tidak dipungkiri malah dimanfaatkan sebagai media penyebar virus, terutama melalui flashdisk. Apalagi dengan penggunaan flashdisk yang sudah seperti jamur di musim hujan..

Sedangkan file Autorun.inf sendiri merupakan file yang berisi instruksi tertentu, tentang apa yang otomatis dijalankan ketika media seperti flashdisk/CD dimasukkan ke komputer. Instruksi ini dapat berupa perintah untuk menjalankan file exe.

STRUKTUR AUTORUN.INF

Autorun.inf hanya berupa text file biasa dan bisa dibuka dengan text editor seperti notepad. Ada baris-baris kode yang umum dijumpai didalamnya. Sebenarnya ada beberapa bagian (Key) yang bisa ditulis di autorun, yaitu [Autorun], [Content], [ExclusiveContentPaths], [IgnoreContentPaths], dan [DeviceInstall]. Disini hanya akan dibahas beberapa struktur [Autorun] saja, karena memang ini yang sering kita lihat ( selengkapnya bisa di baca disini )

Open

Perintah ini akan otomatis menjalankan file exe yang ada. Misalnya sebagai berikut
Open=setup.exe ( akan menjalankan file setup.exe yang berada satu direktory dengan autorun /root direktory)

Open=virus\inivirus.exe (akan menjalankan file inivius.exe yang ada di folder virus)

action
Untuk menampilkan nama/pesan ketika muncul Autoplay dialog.

shellexecute

Hampir sama dengan perintah Open, tetapi bisa juga untuk selain file exe, termasuk link website dan bisa ditambah dengan parameter sesudah nama file. Contoh :

shellexecute=http://ebsoft.web.id
action=Kunjungi ebsoft.web.id

icon

Untuk memberi icon di media yang dipakai (yang berisi autorun.inf). Bisa menggunakan file .ico, .exe .dll maupun .bmp. Contohnya :

icon=MyProg.exe,1
icon=myicon.ico

label

untuk memberi label (nama) pada media yang digunakan (nama drive CD-ROM atau flashdisk yang berisi autorun.inf tersebut.

label=Flashdisk Hebat

shell

Untuk menampilkan menu ketika klik kanan drive yang bersangkutan. Misalnya contoh berikut :

shell\menu baru=buka file contoh
shell\menu-baru\command=notepad "file-contoh.txt"
shell=menu baru

dengan kode diatas, maka ketika kita klik kanan drive-nya akan muncul menu “buka file contoh”. jika baris pertama dihilangkan maka menunya “menu baru”. dan ketika menu tersebut di klik akan dijalankan notepad dengan membuka file “file-contoh.txt”. Jadi ketika baris kode tersebut saling berhubungan. Jika baris 1 da 3 sama-sama digunakan maka baris 3 akan diabaikan.

Selanjutnya ketika fasilitas Autorun di hilangkan / di non aktifkan, maka program di open dan shellexecute tidak akan berjalan secara otomatis. Tetapi label, icon dan menu klik kanan tetap akan tampil. Agar lebih aman, maka kita bisa me-nonaktifkan fasilitas Autorun ini. bagaimana caranya ? Berikut penjelasannya :

Berbagai cara Me-nonaktifkan fasilitas Autorun di Windows

  • Menekan dan menahan tombol Shift ketika kita memasang/memasukkan Flashdisk/CD-ROM ( tidak berjalan di windows Vista).
  • Me-nonaktifkan melalui Registry
  • Memanfaatkan fasilitas gpedit.msc

Me-nonaktifkan Autorun melalui Registry

  1. Buka Registry Editor, Start Menu > Run, ketikkan Regedit
  2. Buka Key berikut : HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
  3. Jika ada Key NoDriveTypeAutoRun, maka double klik dan isi nilainya dengan salah satu nilai berikut :
    Decimal Hexadecimal Efek yang dihasilkan
    181 b5 Autorun tidak berjalan sama ekali untuk semua media
    149 95 Autorun hanya aktif untuk CD-ROM / DVD-ROM
    177 b1 Autorun hanya aktif untuk flash drive (flashdisk dan sejenisnya)
    145 91 Autorun aktif untuk semua media
  4. Jika Key NoDriveTypeAutoRun tidak ada maka buak dengan cara klik kanan, pilih New > Binary Value. Kemudian beri nama NoDriveTypeAutoRun, dan isi nilainya ( double klik) dengan nilai diatas.
  5. Langkah diatas hanya berefek di User yang bersangkutan. Agar berefek di semua pengguna komputer, lakukan hal yang sama untuk Key : HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\

Jika masih menggunakan Win 9x/ME maka caranya sedikit berbeda. Selengkapnya bisa dibaca artikel disini. Lebih jauh tentang caranya bisa dibaca juga artikel berikut : Mencegah virus menular melalui Flashdisk

Memanfaatkan fasilitas gpedit.msc

Ini bisa dilakukan untuk pengguna Windows 2000, Server 2003 dan Windows XP Professional, langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Dari Start Menu > Run, ketikkan gpedit.msc lalu klik OK.
  2. Pilih Computer Configuration > Administrative Template dan klik System
  3. Di panel Settings, klik kanan Turn off Autoplay dan klik Properties ( di windows 2000, namanya Disable Autoplay)
  4. Klik Enabled kemudian pilih All drives di box Turn off Autoplay untuk mematikan fasilitas autorun di semua drive.
  5. Klik OK, dan tutup window dialog tersebut.
  6. Restart Komputer.

Untuk Pengguna Windows Vista, caranya sebagai berikut :

  1. Dari Start Menu ketikkan Gpedit.msc di box Start Search lalu tekan enter ( mungkin akan di tampilkan perintah untuk memasukkan password administrator)
  2. Di bagian Computer Configuration pilih Administrative Templates lalu pilih lagi Windows Components klik Autoplay Policies
  3. Di panel Details, double klik Turn off Autoplay
  4. Klik Enabled dan pilih All drives di box Turn off Autoplay untuk me-nonaktifkan Autorun di semua drive.
  5. Restart Komputer.

Jika cara diatas tidak berhasil menon aktfkan autorun, maka kemungkinan perlu download update sesuai dengan versi windows yang digunakan. Detailnya sebagai berikut :

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Autorun.inf
http://support.microsoft.com/kb/953252/en-us
http://www.dailycupoftech.com/usb-drive-autoruninf-tweaking/
http://msdn.microsoft.com/en-us/library/bb776823.aspx

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi. Tuhan berkata kepada sang sapi “Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput. Kau harus bekerja di bawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun. ” Sang Sapi keberatan “Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku.Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun” Maka setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet. “Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!” Sang monyet menjawab “What? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu” Maka setujulah Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing. “Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus
menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!” Sang anjing menolak : “Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ? No way.! Kukembalikan 10 tahun padamu”. Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia. Sabda Tuhan: “Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan
menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25 tahun!” Sang manusia keberatan, katanya “Menikmati kehidupan selama 20 tahun? Itu terlalu pendek Tuhan. Let’s make a deal. Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?” Maka setujulah Tuhan.

AKIBATNYA…………………………

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan (kita makan, tidur dan bersenang- senang)

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi (kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.)

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat Uhuk, uhuk (batuk)… Eh, Ntong, mo kemane lo?

 

Sekarang umur anda berada di umur siapa ?……

Sedikit belajar lagi tentang marketing untuk kesuksesan hidup…

Apakah Marketing Itu?

Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampirinya dan berkata, “Aku adalah orang kaya .. menikahlah denganku.” Itu adalah DIRECT MARKETING.

Jika anda berada di sebuah pesta dengan kawan-kawan anda dan bertemu dengan seorang gadis cantik. Salah seorang kawan anda menghampiri gadis
itu dan berkata, Lihatlah pria itu (sambil menunjuk anda). Ia sangat kaya, menikahlah dengannya.” Itu adalah ADVERTISING.

Jika anda melihat seorang gadis cantik di sebuah pesta lalu anda menghampiri dan meminta nomor telponnya. Keesokan harinya anda menelponnya dan mengatakan, “Hi .. aku sangat kaya, menikahlah
denganku.” Itu adalah TELEMARKETING.

Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda membetulkan dasi, berjalan ke arahnya dan menawarkan minum. Anda
membukakan pintu untuknya saat mengantar pulang dan berkata, “Aku sangat kaya, maukah kau menikah denganku?” Itu adalah PUBLIC RELATIONS.

Anda tengah berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Ia berjalan ke arah anda dan mulai merayu, “Kau sangat kaya rupanya.” Itu
adalah BRAND RECOGNITION.

Anda berada di sebuah pesta dan melihat seorang gadis cantik. Anda mendekatinya dan berkata, “Aku sangat kaya, menikahlah denganku.” Lalu ia
menampar muka anda, itu adalah CUSTOMER FEEDBACK
alias COMPLAIN.

Pada jaman dulu di sebuah kerajaan Nikotin yang bernama Cigarilos, hiduplah seorang Raja bernama Minak Djinggo. Raja yang memimpin dengan adil dan bijaksana ini, mempunyai seorang putri nan cantik jelita, namanya Sri Wedari.

Suatu ketika putri sedang bermain di halaman, datanglah segerombolan koboi Marlboro. Koboi-koboi itu lalu menculik sang putri. Beberapa waktu kemudian sang Raja menerima surat ancaman dari sang koboi yang isinya: “Wahai Raja, kalau putrimu ingin selamat, kamu harus menebus dengan uang sebesar US$555 juta. Kami tunggu anda di Gudang Garam di negeri Kansas. Jika anda tidak dapat memenuhi permintaanku, aku akan tusuk putrimu dengan Djarum Super sampai Bentoel Bentoel”.

Raja menjadi geram, lalu diadakanlah sayembara untuk mencari pendekar yang dapat menyelamatkan sang putri.

Singkat cerita, terpilihlah Pendekar Sampoerna dengan senjata pamungkasnya : GENTONG! Sang Pendekar rupanya pernah berguru dengan seorang suhu dari negri Tiongkok, bernama Djie Sam Soe. Sang pendekarpun berangkat ke medan laga untuk menyelamatkan sang putri. Sebelum berangkat sang pendekar mohon pamit, “Wismilak, suhu”, kata sang Pendekar. Dijawab oleh si suhu “Get Lucky, muridku”. Sang Raja pun berucap untuk sang pendekar “Losta Masta”.

Dengan semangat dan perlawanan yang gigih di bukit Dunhill akhirnya sang pendekar dapat menyelamatkan sang putri.

Raja sangat senaaaang sekali dan diadakanlah pesta semalam suntuk di restorant LA Light. Pada saat makan malam berlangsung, sang Raja menghampiri sang Pendekar yang sedang murung. Raja berkata, “Wahai pendekar, ini bukan Basa Basi lho, pesta ini diadakan khusus untuk merayakan kegagah-beranian anda, mengapa malah murung?”

Lalu pendekarpun menjawab raja “Pria Punya Selera”.